Fahmi Ilham

Di kutip dari Gramedia, Fakta yang terdapat di balik manfaat ternak Lalat Tentara Hitam yang dapat menghasilkan ulat Maggot mulai di lirik masyarakat, terutama masyarakat yang mempunyai usaha ternak unggas dan perikanan. Ulat maggot tersebut dinilai berjasa dalam mengurangi volume sampah yang berlebihan sampai-sampai dapat menyebabkan bencana banjir di karenakan sampah yang menumpuk terutama sampah organik dan sampah bekas sisa makanan (nasi dan lauk pauknya) manusia sendiri, yang apabila sampah tersebut disaat terjadinya  penguraian dapat menyebabkan bau yang amat tidak sedap dan menyengat pada hidung kita.

Alasannya, budi daya lalat tentara hitam diyakini dapat menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi.salah satunya untuk membantu orang kurang mampu dan membatu dalam menciptakan lingkungan kehidupan masyarakat yang sehat dan bersih dari penyakit.

Berikut terdapat fakta lengkap beberapa manfaat di balik adanya pembudidayaan ternak Ulat Maggot :

1.Belatung Lalat tentara hitam untuk bersihkan sampah

Belatung lalat hitam ini dalam setiap hari dapat mengurangi sampah di lingkungan masyarakat terutama pasar-pasar yang paling banyaknya menghasilkan sampah organik sisa dari pedagang sekitar yang telah terbuang, sampai-sampai belatung lalat tentara hitam (maggot)  bisa memakan sampah yang daya tampung tempat sampah organik sendiri bisa mencapai 4 meter kubik. sifat Belatung ini memang suka banyak makan, tapi tidak dapat megemukkan badanya karena aktivitas atau kemampuan mengkonversi sampah juga tinggi. Belatung bsf hidup lebih lama di tempat sampah, usianya sekitar 1-2 bulan.

  1. Maggot Dapat Dijadikan Pakan Ternak

Dalam beternak, pakan merupakan hal yang palin tidak boleh untuk dilewatkan. Kualitas hewan ternak dapat ditentukan dari pemberian pakan yang baik. Agar ternak tumbuh dengan sehat dan berkualitas, pakan ternak yang diberikan juga harus berkualitas.

Berbagai macam pakan ternak yang memiliki kualitas yang unggul dijual di pasaran. Salah satu yang menjadi unggulan sebagai pakan ternak merupakan hasil budidaya maggot yang dikembangkan oleh masyarakat.

Maggot biasanya diberikan untuk beberapa hewan ternak seperti jenis unggas maupun untuk jenis ikan. Larva lalat BSF atau maggot merupakan pakan ternak yang bernilai unggul dikarenakan kandungan beberapa nutrisi dalam maggot baik untuk ternak.

Dalam tubuh maggot terkandung asam amino dan protein sebesar 40%. Zat-zat lain juga dapat ditemukan dalam maggot sehingga jenis pakan ternak ini akan semakin banyak penggemarnya. Disisi lain, penggunaan maggot sebagai pakan ternak dapat dikatakan memiliki banyak keunggulan.

Pertama, maggot merupakan hewan yang tidak berbau amis dan tidak membawa atau menularkan penyakit sehingga tidak akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan karena baunya. Kedua, mudah dicerna oleh ternak karena berukuran kecil dan kandungan nutrisi yang unggul akan membuat ternak tumbuh dengan sehat dan bobot hewan tumbuh secara alami karena nutrisi yang dikonsumsinya.

Ketiga, budidaya maggot mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan tempat yang luas sehingga mudah untuk didapatkan dan biaya budidaya tergolong murah. Terlebih waktu panen larva lalat ini cukup teratur dan jelas.

Peternakan dengan skala besar tentu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pengadaan pakan ternak yang berkualitas. Dengan memanfaatkan maggot sebagai pakan ternak, biaya yang dikeluarkan dapat ditekan sehingga akan menambah keuntungan.

 3.Pupuk dari Maggot

Indonesia merupakan salah satu negara yang memanfaatkan sektor pertanian dalam pembangunan negara. Masyarakat banyak yang menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Dalam dunia pertanian, pupuk memegang peranan yang cukup penting. Untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas baik, dibutuhkan pupuk yang mampu menunjang kesuburan tanah atau lahan.

Namun, harga pupuk di pasaran terbilang cukup mahal. Apabila harga pupuk mahal, para petani tentu harus berpikir dua kali untuk membelinya. Dengan demikian, diperlukan pupuk alternatif yang mampu mengatasi persoalan ini. Pupuk alternatif ternyata dapat dihasilkan dari seekor hewan bernama maggot. Dengan memanfaatkan budidaya maggot yang dilakukan masyarakat, hal tersebut bisa digunakan untuk sektor pertanian.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa maggot dapat menguraikan sampah organik dengan baik. Kemampuan ini yang membuat proses penguraian sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk organik untuk tanaman.

Dengan memanfaatkan kasgot, pupuk organik dapat diperoleh. Adapun yang dimaksud dengan kasgot yaitu uraian atau sisa dari sampah yang dimakan hasil dari budidaya maggot. Kasgot inilah yang selanjutnya digunakan sebagai pupuk tanaman oleh para petani. Dalam kasgot terdapat beberapa unsur yang baik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan kualitas hasil tanaman.

Pemanfaat Kasgot hasil budidaya maggot sebagai pupuk organik lebih aman untuk digunakan dalam pertanian bila dibandingkan dengan penggunaan pupuk sintetis yang banyak dijual. Unsur-unsur yang terdapat dalam kasgot dapat memperbaiki struktur tanah, baik itu struktur kimia, biologi, dan fisika sehingga membuat menyeimbangkan tanah dan dapat menyuburkan.

Sedangkan pada pupuk sintetis, unsur-unsur kimia yang ada di dalamnya ternyata tidak dapat diserap dengan sempurna oleh tanaman. Sisa unsur yang tidak diserap ini akan menempel pada tanah sehingga membuat tanah menjadi keras karena sifatnya mirip dengan lem apabila terkena air yang menyebabkan tanah menjadi lengket dan tidak subur.Tanah juga akan berubah menjadi asam karena unsur kimia tersebut. Hal ini memicu beberapa hewan yang hidup di tanah terkena dampaknya dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kepunahan.

Penggunaan pupuk sintetis secara berkepanjangan berdampak pula untuk manusia. Unsur-unsur kimia yang terbawa air hasil dari penggunaan pupuk sintetis yang apabila sampai dikonsumsi oleh manusia tentu akan menyebabkan permasalahan kesehatan yang serius dan fatal karena bukan porsinya untuk dikonsumsi.

Dengan memanfaatkan budidaya maggot sebagai penghasil pupuk organik ternyata dapat membantu para petani dalam menghasilkan tanaman yang berkualitas untuk dikonsumsi dan turut menjaga lingkungan dari bahaya pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk sintetis.

Budidaya maggot penghasil kasgot untuk menghasilkan pupuk organik masih sedikit yang menyadarinya. Maka dari itu, perlu adanya pengembangan agar masyarakat mulai beralih menggunakan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk sintetis yang berbahaya